Kurkuminoid

Di artikel ini saya akan memperkenalkan senyawa metabolit sekunder yang biasanya ditemukan d Curcuma xanthorizzha . ROXB (temulawak) .Dari sekian banyak senyawa yang di kandung oleh temulawak saya akan membahas tentang kurkuminoid. Fraksi kurkuminoid tersimpan di serat rimpang temulawak.

Kurkuminoid adalah zat berwarna kuning sampai kuning jingga, berbentuk serbuk dengan sedikit rasa  pahit. Kelarutannya dalam aseton, alkohol, asam asetat glasial, dan alkali hidroksida. Kurkuminoid tidak larut dalam air dan dietil eter. Kurkuminoid mempunyai aroma khas dan tidak beracun.


Fraksi kurkuminoid dalam rimpang temulawak terdiri dari 2 komponen yaitu kurkumin, dan desmetoksi-kurkumin . Berbeda dengan fraksi kurkuminoid dalam kunyit yang terdiri dari 3 komponen ditambah bidesmetoksi kurkumin. Sebenarnya kandungan kurkuminoid dalam rimpang kunyit relatif lebih banyak bila dibandingkan dengan rimpang temulawak, namun sifat dari bidesmetoksi-kurkumin ini adalah aktivitas kerjanya terhadap sekresi empedu yang antagonis dengan kurkumin dan desmetoksi kurkumin. ( kasus OTT nih * red obat tak tercampurkan ). mempertimbangkan hal tersebut penggunaan kurkuminoid dari rimpang temulawak lebih baik, walaupun kadarnya relatif lebih sedikit. Hal itu bisa diatasi dengan tehnik budidaya temulawak yang sesuai.

Kurkuminoid merupakan turunan diferuliol-metan, yaitu metoksi kurkumin. Kurkumin memiliki rumus molekul C21H20O6 ( BM= 368 ), dengan rumus bangun sebagai berikut,

sedangkan desmetoksi-kurkumin memiliki rumus molekul C20H18O5 (BM = 338), dengan rumus bangun sebagai berikut,

Kurkuminoid dapat  berubah warna pada lingkungan pH yang berbeda. Dalam suasana asam , kurkuminoid berwarna kuning jingga sedangkan dalam suasana basa berwarna merah. Hal itu dapat terjadi karena ada sistem tautometri dalam molekulnya . Kurkuminoid juga bersifat sensitiv terhadap cahaya , karena terjadi dekomposisi struktur berupa siklisasi kurkumin atau terjadi degradasi struktur.

Analisis

Analisis kualitatif kurkumin dapat dilakukan dengan reaksi warna , spektro infra merah, dan kromatografi. Reaksi warna  dilakukan dengan penambahan asam borat, akan menghasilkan komplek berwarna merah, karena adanya ikatan antara atom boron denagn gugus hidroksil dan karbonil pada kurkuminoid.

sumber : Sirait, Midian, Prof. DR. Apt. Penuntun  fitokimia dalam farmasi, 2007, penerbit ITB : Bandung

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s